Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 05:31:30【Resep Pembaca】129 orang sudah membaca
PerkenalanAlessandro Conti (kiri) berbincang dengan pelanggan di toko gelato miliknya di Shanghai, China timur

Shanghai (ANTARA) - Di Kawasan Perlindungan Sejarah Jalan Hengshan-Fuxing (Hengfu) di Distrik Xuhui, Shanghai, terdapat sebuah kedai bernama Amuni Gelato yang menawarkan es krim ala Italia.
Pemilik kedai gelato ini adalah Alessandro Conti.
Hubungan Conti dengan China bermula saat dia masih mahasiswa.
Conti mengambil jurusan bahasa Mandarin di Universitas Palermo dan kemudian mengikuti program pertukaran mahasiswa di Chongqing, China barat daya.
Mengantongi gelar sarjana dalam penerjemahan simultan, Conti fasih berbahasa Italia, Inggris, dan Mandarin.

"Saya telah tinggal di banyak kota di China, tapi Shanghai adalah favorit saya," kata Conti.
"Ini kota internasional yang beragam, serta memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengekspresikan diri."
Preferensi Conti terhadap Shanghai mendorongnya untuk menetap di Shanghai dan memulai bisnisnya sendiri.

Sebagai vlogger makanan Italia dan pengusaha yang berbasis di Shanghai, Conti percaya bahwa keterbukaan dan inklusivitas Shanghai menjadi katalis bagi pengusaha muda.
"Mendirikan perusahaan di sini sangat mudah. Dari pendaftaran hingga penerbitan izin usaha, efisiensinya luar biasa," ujar Conti. "Saya ingin membangun keluarga dan masa depan saya di sini."
Suka(35963)
Artikel Terkait
- Ekonomi TW
- Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik
- Rekomendasi perawatan kesuburan melalui teknologi medis & terapi
- Prabowo: Kasus keracunan MBG masih dalam batas ilmiah
- 5 makanan sehat ala Jepang, benarkah jadi resep umur panjang?
- Wagub Gorontalo pastikan ketepatan waktu distribusi makanan MBG
- Akademisi: Setahun pemerintahan Prabowo entas kemiskinan di Papua
- BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG
- Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
- Badan Gizi Nasional evaluasi program MBG Pamekasan setelah keracunan
Resep Populer
Rekomendasi

Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat

BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG

BKKBN Babel

Huawei rilis Nova Flip S,ponsel lipat paling ramah di kantong versinya

Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan

Apindo soroti sektor riil dalam negeri yang masih belum optimal

Riset: Mayoritas responden akui MBG ringankan beban keluarga RI

BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG